Buah Lontar yang Mengeluarkan Air Saat Digigit, Unik di Pinggir Jalan Kota Jambi

Buah Lontar yang Mengeluarkan Air Saat Digigit, Unik di Pinggir Jalan Kota Jambi

Buah Lontar yang Mengeluarkan Air Saat Digigit, Unik di Pinggir Jalan Kota Jambi

Penjelajahan Buah Lontar di Jambi

Di trotoar Jalan Pattimura, dua pria duduk sambil memperhatikan bongkahan buah yang mereka kupas. Mereka adalah Bitel dan Ian, yang sedang menyiapkan buah lontar untuk dijual. Tangan mereka terlihat cekatan saat mengupas kulit tebal dari buah tersebut.

Advertisement

Buah lontar memiliki warna putih-transparan di dalamnya, dengan tekstur lembut dan berair. Rasanya manis dan mirip dengan kelapa muda. Bentuknya juga mirip kolang-kaling, tetapi bisa langsung dimakan tanpa perlu direbus. Nama lain dari buah ini adalah buah siwalan. Meskipun tumbuh di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, buah lontar tidak tumbuh secara alami di Provinsi Jambi.

Bitel dan Ian mendatangkan buah ini dari Jawa Timur karena di Jambi belum ada penanaman buah lontar secara lokal. "Jauh, di Jambi belum ketemu saya," kata Bitel pada Sabtu (25/10).

Ukuran buah lontar bervariasi. Ada yang sebesar kepalan tangan dan ada yang sampai sebesar bola voli. Isi buah juga berbeda-beda. Ian menjelaskan bahwa buah kecil biasanya hanya memiliki satu isi, sedangkan buah dengan diameter sekitar 15 sentimeter rata-rata memiliki tiga isi.

Manfaat Buah Lontar

Ian menyebutkan bahwa buah lontar kaya akan antioksidan. Selain itu, buah yang umumnya tumbuh di tepi pantai ini memiliki efek baik sebagai penurun kolesterol dan melindungi terhadap aterosklerosis. Aterosklerosis adalah penyempitan dan pengerasan pembuluh darah arteri akibat penumpukan plak kolesterol dan zat lain di dinding arteri.

"Buah ini juga punya efek antikanker," ujar Bitel. Meski membutuhkan usaha lebih untuk mengupasnya, buah lontar juga menjadi sumber pangan yang kaya akan vitamin C, vitamin B, zat besi, hingga kalium.

Keistimewaan Buah Lontar

Yang paling terasa dari buah lontar adalah kemampuannya dalam mencegah dehidrasi. Air dalam buah ini bisa menjadi elektrolit alami. "Walau bentuknya kecil begini, pas digigit keluar air," jelas Bitel.

Namun, mengupas buah lontar membutuhkan kesabaran. Hal itu disebabkan oleh kulit luarnya yang tebal dan keras. Isi buah juga relatif kecil jika dibandingkan dengan kulitnya yang tebal.

Harga dan Ketersediaan

Harga buah lontar bervariasi, tergantung ukuran. Rata-rata mereka menjualnya dengan harga Rp20-35 ribu per buah. Hal ini dikarenakan buah ini didatangkan dari luar pulau, yaitu Jawa Timur.

Buah lontar memang tidak biasa ditemui di Jambi, tetapi bagi yang tertarik mencoba, buah ini bisa menjadi pilihan yang unik dan bernutrisi. Dengan rasa yang segar dan manfaat kesehatan yang beragam, buah lontar layak dipertimbangkan sebagai camilan alami yang sehat.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar