BPBD Riau Minta Pekanbaru, Dumai, dan Siak Tetapkan Status Darurat Banjir Segera

BPBD Riau Minta Pekanbaru, Dumai, dan Siak Tetapkan Status Darurat Banjir Segera

BPBD Riau Minta Pekanbaru, Dumai, dan Siak Tetapkan Status Darurat Banjir Segera

Banjir di Tiga Wilayah Riau, Masyarakat Diimbau Waspada

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Riau telah menerima laporan mengenai banjir yang terjadi di tiga wilayah, yaitu Kota Pekanbaru, Dumai, dan Kabupaten Siak. Meski banjir yang terjadi bersifat fluktuatif dan tidak berlangsung lama, masyarakat tetap diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim hujan yang mulai meningkat.

Advertisement

Kepala BPBD Damkar Riau, M. Edy Afrizal, menjelaskan bahwa hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa hari terakhir menyebabkan banjir sesaat di sejumlah titik. Air cepat naik ketika hujan turun lebat, namun surut kembali dalam waktu singkat.

Sudah ada laporan banjir, tapi sifatnya masih masif fluktuatif dan hanya berlangsung sebentar. Misalnya di Dumai, air meluap ketika hujan deras bersamaan dengan pasang laut. Di Pekanbaru juga sempat terjadi genangan karena saluran drainase belum berfungsi maksimal, ungkap Edy Afrizal, Minggu (26/10/2025).

Mengantisipasi potensi banjir yang lebih besar menjelang puncak musim hujan pada November 2025, BPBD Damkar Riau telah mengirim surat resmi kepada Gubernur Riau. Dalam surat tersebut, BPBD meminta agar pemerintah kabupaten dan kota menetapkan status siaga darurat banjir di wilayah masing-masing.

Kami sudah bersurat ke Gubernur agar daerah yang mulai terdampak segera menetapkan status siaga darurat banjir. Tujuannya supaya posko siaga bisa aktif, dan peralatan serta personel bisa disiapkan lebih awal, jelasnya.

Edy menambahkan, kesiapan sejak dini sangat penting agar penanganan banjir bisa dilakukan cepat, dan dampak kerugian masyarakat dapat diminimalkan. BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk terus memantau perkembangan cuaca dan informasi resmi dari BMKG maupun pemerintah daerah.

Masyarakat harus tetap waspada. Kalau tinggal di wilayah rawan banjir, apalagi di daerah pesisir atau dekat aliran sungai, sebaiknya mulai menyiapkan langkah antisipasi. Pindahkan barang-barang penting ke tempat lebih tinggi, imbau Edy.

Selain itu, ia juga berpesan kepada para orang tua agar tidak membiarkan anak-anak bermain di area banjir, meski air tampak tidak tinggi.

Banjirnya mungkin cepat surut, tapi tetap berbahaya. Jangan biarkan anak-anak bermain di air banjir tanpa pengawasan, tegasnya.

Langkah-Langkah Antisipasi Banjir yang Harus Dilakukan

  • Pemantauan Cuaca: Masyarakat diimbau untuk terus memantau perkembangan cuaca melalui BMKG atau informasi resmi dari pemerintah daerah.
  • Penyimpanan Barang Berharga: Jika tinggal di daerah rawan banjir, segera pindahkan barang-barang penting ke tempat yang lebih tinggi.
  • Hindari Area Banjir: Orang tua diminta untuk tidak membiarkan anak-anak bermain di area banjir, meskipun air tampak tidak tinggi.
  • Siapkan Alat dan Personel Darurat: Pemerintah daerah diminta untuk segera menetapkan status siaga darurat banjir agar posko siaga dapat aktif dan peralatan siap digunakan.
  • Koordinasi dengan BPBD: Masyarakat diharapkan kooperatif dengan BPBD dalam menghadapi bencana banjir yang bisa terjadi kapan saja.

Peran BPBD dalam Menghadapi Banjir

BPBD Damkar Riau memiliki peran penting dalam menghadapi ancaman banjir. Selain memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat, BPBD juga bertanggung jawab atas persiapan dan respons darurat. Dengan mengirim surat resmi kepada Gubernur Riau, BPBD menunjukkan komitmennya untuk memastikan kesiapan semua pihak sebelum musim hujan mencapai puncaknya.


Dalam upaya mengurangi risiko banjir, BPBD juga terus melakukan pemantauan dan evaluasi terhadap kondisi saluran drainase serta sistem pengelolaan air di berbagai wilayah. Keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan juga menjadi faktor penting dalam mencegah banjir.


Dengan langkah-langkah yang telah diambil, diharapkan banjir yang terjadi tidak akan menimbulkan kerugian yang lebih besar. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan mengikuti arahan dari instansi terkait.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar