
Tim BPBD Kabupaten Garut Lakukan Asesmen Pasca Hujan Deras
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut telah menurunkan tim untuk melakukan asesmen pasca hujan deras yang mengguyur sebagian besar wilayah Garut dalam beberapa hari terakhir. Cuaca ekstrem tersebut menyebabkan bencana alam di tujuh kecamatan, mulai dari banjir hingga tanah longsor.
Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Garut, Aah Anwar Saefulloh, menjelaskan bahwa tim asesmen telah diterjunkan ke lokasi terdampak untuk mendata kerusakan serta menentukan langkah penanganan yang dibutuhkan masyarakat. Sebelumnya, hujan dengan intensitas tinggi menyebabkan beberapa kejadian di berbagai wilayah di Garut.
"Berdasarkan hasil pemantauan, hingga saat ini terdapat tujuh kecamatan terdampak akibat hujan intensitas tinggi yang terjadi dalam beberapa hari ini," katanya, Minggu, 26 Oktober 2025.
Aah menjelaskan bahwa hujan deras yang berlangsung lama sejak Kamis, 23 Oktober 2025, mengakibatkan sejumlah bencana alam seperti cuaca ekstrem, banjir, dan tanah longsor di beberapa titik. BPBD Garut mencatat bahwa wilayah yang terdampak bencana meliputi Kecamatan Banyuresmi, Tarogong Kidul, Pasirwangi, Karangpawitan, Malangbong, Garut Kota, dan Sukawening.
Menurutnya, meskipun bencana menyebabkan kerusakan di sejumlah lokasi, hingga kini belum ada laporan korban jiwa. BPBD Kabupaten Garut terus melakukan pemantauan terhadap potensi kejadian susulan, mengingat intensitas hujan di beberapa wilayah masih cukup tinggi.
Dari hasil asesmen sementara, ungkapnya, bencana alam akibat cuaca ekstrem mengakibatkan empat unit rumah rusak. Kerusakan rumah dilaporkan masing-masing di Desa Binakarya, Kecamatan Banyuresmi; Desa Mekargalih, Kecamatan Tarogong Kidul; Desa Pasirwangi, Kecamatan Pasirwangi; serta Desa Sindanglaya, Kecamatan Karangpawitan.
"Selain merusak rumah warga, bencana juga menimbulkan tanah longsor di sejumlah titik, seperti di Desa Barudua, Kecamatan Malangbong; Desa Barusari, Kecamatan Pasirwangi; dan Kelurahan Cimuncang, Kecamatan Garut Kota. Longsor tersebut menyebabkan kerusakan jembatan serta menutup akses jalan warga," ujar Aah.
Ia menyampaikan bahwa upaya penanganan darurat segera dilakukan. Untuk longsor sudah dilakukan pembersihan menggunakan alat berat dan jalan sudah kembali dapat dilalui.
Ia menambahkan bahwa tim BPBD bersama aparat desa dan relawan terus bersiaga untuk membantu warga yang membutuhkan. Aah mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan longsor dan bantaran sungai.
Kami minta masyarakat segera melapor jika melihat tanda-tanda bahaya di lingkungan sekitar, agar bisa segera ditangani, ucap Aah menutup keterangannya.
Wilayah Terdampak Bencana
Berikut adalah daftar kecamatan yang terdampak oleh bencana alam akibat hujan deras:
- Kecamatan Banyuresmi
- Kecamatan Tarogong Kidul
- Kecamatan Pasirwangi
- Kecamatan Karangpawitan
- Kecamatan Malangbong
- Kecamatan Garut Kota
- Kecamatan Sukawening
Kerusakan yang Dilaporkan
Berdasarkan hasil asesmen, berikut kerusakan yang dilaporkan:
- Empat unit rumah rusak di beberapa desa, antara lain:
- Desa Binakarya, Kecamatan Banyuresmi
- Desa Mekargalih, Kecamatan Tarogong Kidul
- Desa Pasirwangi, Kecamatan Pasirwangi
-
Desa Sindanglaya, Kecamatan Karangpawitan
-
Tanah longsor terjadi di beberapa titik, yaitu:
- Desa Barudua, Kecamatan Malangbong
- Desa Barusari, Kecamatan Pasirwangi
- Kelurahan Cimuncang, Kecamatan Garut Kota
Upaya Penanganan Darurat
Tim BPBD Kabupaten Garut bersama aparat desa dan relawan telah melakukan beberapa langkah penanganan darurat, termasuk:
- Pembersihan longsoran menggunakan alat berat
- Pemulihan akses jalan yang tertutup longsoran
- Pemantauan terhadap potensi bencana susulan
Masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan tanda-tanda bahaya jika ditemukan di sekitar lingkungan mereka.
Komentar
Kirim Komentar