Borneo FC Mendominasi, Puncaki Klasemen Super League

Borneo FC Mendominasi, Puncaki Klasemen Super League

Borneo FC Mendominasi, Puncaki Klasemen Super League

Borneo FC Samarinda Dominasi Klasemen BRI Super League 2025/2026

Dalam atmosfer yang semakin memanas menjelang paruh pertama musim, Borneo FC Samarinda tampil sebagai kekuatan yang sulit ditandingi di BRI Super League 2025/2026. Klub asal Kalimantan Timur itu menegaskan dominasinya setelah menaklukkan Arema FC dengan skor 3-1 di Stadion Kanjuruhan, Malang, Minggu malam. Hasil ini memperkuat posisi mereka di puncak klasemen.

Advertisement

Kemenangan tersebut bukan hanya menambah tiga poin, tetapi juga memperpanjang rentetan delapan kemenangan beruntun. Skuad asuhan Fabio Lefundes kini mengoleksi 24 poin dari delapan lagasebuah catatan luar biasa di kompetisi yang sering kali memberikan hasil tak terduga.

Borneo FC memulai musim ini dengan gaya permainan yang sangat menyerang, tetapi di balik itu tersimpan keseimbangan antara kedisiplinan taktik dan efisiensi peluang. Melawan Arema, mereka tampil dengan ketenangan khas tim besar: menunggu momen, menghukum kesalahan lawan, lalu menutup laga tanpa kehilangan kendali.

Lefundes, yang dikenal teliti dalam membaca karakter lawan, menyebut kemenangan atas Arema sebagai hasil dari kerja kolektif dan kepercayaan tim terhadap sistem permainan. Namun, ia juga mengingatkan bahwa perjalanan masih panjang, dan laga berikutnya kontra Dewa United di Stadion Segiri, Rabu (5/11), akan menjadi ujian berikutnya untuk menjaga konsistensi.

Persaingan di Papan Tengah

Di belakang Borneo FC, persaingan untuk posisi dua hingga empat berlangsung ketat. Persija Jakarta naik ke peringkat kedua dengan 17 poin setelah meraih kemenangan tipis 1-0 atas Madura United di Pamekasan, Jumat lalu. Tim ibu kota itu kini sejajar poin dengan Malut United dan Persita Tangerang, hanya dipisahkan oleh selisih gol.

Malut United terus menunjukkan bahwa status tim promosi tidak menjadi halangan untuk bersaing di papan atas. Kemenangan 1-0 atas Semen Padang menegaskan soliditas lini belakang mereka, yang baru kebobolan tujuh kali sepanjang musim. Di Tangerang, Persita kembali mencuri perhatian lewat hasil imbang tanpa gol kontra Bali United, hasil yang cukup untuk menjaga posisi empat besar.

Persib Bandung, juara bertahan, tampak mulai menemukan ritme setelah awal musim yang tidak stabil. Kemenangan 2-0 atas Persis Solo di Stadion Gelora Bandung Lautan Api pada Senin malam membawa mereka ke posisi kelima dengan 16 poin dari delapan lagatepat di belakang tiga besar yang mulai menjauh.

Bali United sendiri masih berjuang untuk menyalakan kembali mesin gol mereka. Dengan hasil imbang 0-0 melawan Persita, mereka kini berada di peringkat kedelapan dengan 13 poin, tertinggal jauh dari standar performa yang mereka tunjukkan beberapa musim terakhir.

Performa Tim-Tim Lain

Di papan tengah, PSIM Yogyakarta dan Bhayangkara FC sama-sama mengumpulkan hasil positif. PSIM menang 2-0 atas Dewa United dan kini bertengger di posisi keenam, sedangkan Bhayangkara FC mengalahkan Persijap Jepara 2-0 untuk mengamankan posisi ketujuh.

Namun, di zona bawah klasemen, tekanan semakin berat bagi tiga tim terbawah. PSBS Biak, Persis Solo, dan Semen Padang masih kesulitan keluar dari bayang-bayang degradasi. Semen Padang menjadi juru kunci dengan hanya empat poin dari sembilan lagasebuah catatan yang menggambarkan musim penuh tantangan di Ranah Minang.

Evaluasi Pepek Ke-10

Secara keseluruhan, pekan ke-10 menegaskan dua hal: kekuatan kolektif Borneo FC yang sulit ditandingi, dan ketatnya persaingan di bawah mereka. Dengan jadwal padat di bulan November, rotasi dan kedalaman skuad akan menjadi faktor penentu apakah dominasi Borneo bisa terus berlanjut atau mulai digoyang para pesaing.

Musim masih panjang, namun sejauh ini Borneo FC sudah menanamkan pesan yang jelasmereka bukan sekadar tim dalam performa baik, tetapi calon juara yang sedang membangun kisah besar dari Samarinda.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar