BKPSDM Aceh Singkil Ungkap Perceraian JS dan Melda Safitri Terjadi Jauh Sebelum Pelantikan PPPK

BKPSDM Aceh Singkil Ungkap Perceraian JS dan Melda Safitri Terjadi Jauh Sebelum Pelantikan PPPK

BKPSDM Aceh Singkil Ungkap Perceraian JS dan Melda Safitri Terjadi Jauh Sebelum Pelantikan PPPK

Klarifikasi Terkait Perceraian ASN di Aceh Singkil

Kasus perceraian antara Melda Safitri dan suaminya, JS, yang merupakan anggota Satpol PP Aceh Singkil, terus menjadi perhatian publik. Peristiwa ini awalnya viral setelah diberitakan bahwa perceraian terjadi hanya dua atau tiga hari sebelum pelantikan PPPK JS. Namun, pihak BKPSDM Aceh Singkil akhirnya memberikan klarifikasi resmi mengenai hal tersebut.

Advertisement

Kepala BKPSDM Aceh Singkil, Azman, menegaskan bahwa perceraian antara JS dan istrinya tidak terjadi secara mendadak menjelang pelantikan PPPK seperti yang sempat beredar di media sosial. Ia menjelaskan bahwa proses perceraian telah dilakukan sejak 14 September 2025, dihadiri oleh kepala desa serta keluarga dari kedua belah pihak di Desa Kampung Siti Ambia, Kecamatan Singkil, Kabupaten Aceh Singkil.

Dalam pertemuan tersebut, Melda Safitri juga hadir dan turut menandatangani surat pernyataan. Azman menekankan bahwa perceraian itu bukanlah proses yang mengikuti mekanisme khusus untuk pegawai negeri sipil (ASN). "Kalau ASN bercerai harus ada izin atasan, proses mediasi baru persidangan di pengadilan," ujarnya.

Ia menambahkan bahwa tim penegakan disiplin BKPSDM Aceh Singkil masih melakukan proses klarifikasi dan mediasi untuk memastikan seluruh prosedur sesuai dengan regulasi ASN. "Tim penegakan disiplin masih akan ada proses klarifikasi dan mediasi. Memetakan masalah dengan utuh. Kami ingin pastikan seluruhnya sesuai regulasi ASN," pungkas Azman.

Latar Belakang Perceraian

JS sendiri telah memberikan klarifikasi kepada BKPSDM Aceh Singkil pada Rabu (23/10/2025). Ia menyebut bahwa masalah rumah tangganya sudah muncul jauh sebelum dirinya dinyatakan lulus seleksi PPPK. Dalam kesaksian Melda Safitri, perceraian bermula dari pertengkaran kecil di rumah ketika suaminya pulang dan tidak menemukan lauk di meja makan.

Pertengkaran ini terjadi tepat tiga hari sebelum sang suami menerima SK PPPK. Melda mengungkapkan bahwa ia membelikan baju korpri suami dari hasil jualan sayur, namun malah diceraikan. "Hari itu tanggal 14 Agustus, dia pulang kerja, sudah sore, terus dia marah-marah gitu, tidak ada kawan nasi (lauk) di rumah," ujarnya dengan suara bergetar.

Suami Melda terus marah dan mengeluarkan kata-kata kasar hingga melukai harga dirinya. Malam itu juga, suaminya pergi bersama rekannya hingga pulang larut malam. Keesokan harinya, perselisihan semakin memanas hingga terjadi ribut besar. "Saya balas-lah repetan dia, kamu mau apa, kesalahanku apa, saya bilang. 'Kamu kan tidak bawa belanja, tidak ada kasih (nafkah) apa-apa, jadi apa yang saya masak?' Jadi dia memancing emosi saya terus, dipancing-dipancing sama dia, terus saya merepet sama dia," ungkapnya.

Saat Melda mencuci piring, suaminya sudah membungkus baju dan pergi ke rumah tetangga untuk meminjam sepeda motor. Saat kembali ke rumah, sang suami langsung mengucapkan kata cerai di hari itu juga. "Dia langsung bilang ke saya, kamu Fitri saya ceraikan 1, 2, 3 lalu dia pergi membawa bajunya," ungkap Melda.

Hubungan yang Tidak Direstui

Melda juga mengungkap bahwa pernikahannya memang sempat tidak direstui oleh ibu mertua. Bahkan setelah menikah pada tahun 2020, mertua sering ikut campur dalam kehidupan rumah tangganya. "Sampai dulu suami saya itu pernah bantu saya cuci piring, pernah bantu saya menyuci. Itu dia bicarakan ke orang-orang. Seperti seorang tua tadi dia bicarakan ke tetangga-tetangga dia. Dia bilang anak saya dibubudak-budak oleh dia, sama tetangga-tetangga. Dia suruh perempuan bantu. Awalnya saya diam, tapi lama-lama saya diinjak," timpalnya.

Selain itu, Melda mengaku telah membantu menyiapkan pakaian dan atribut Korpri untuk pelantikan suaminya sebagai PPPK. Semua perlengkapan itu dibeli dari hasil berjualan cabai dan sayuran di pasar. "Baju pelantikan itu saya yang belikan dari hasil jualan. Dia yang pesan di Shopee tapi saya yang disuruh bayar, ya uangnya dari hasil jual gorengan. Saya bantu dia dari nol, dari belum kerja sampai bisa lulus PPPK. Tapi justru saya ditinggal sebelum dia menerima SK," tuturnya lirih.


Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar