BI Akan Luncurkan Surat Berharga Baru Bernama BI-FRN

BI Akan Luncurkan Surat Berharga Baru Bernama BI-FRN

Advertisement

Instrumen Keuangan Baru yang Diperkenalkan Bank Indonesia

Bank Indonesia (BI) akan menghadirkan instrumen keuangan baru yang dikenal dengan BI-FRN atau Floating Rate Note. Instrumen ini akan menjadi aset dasar dari penerbitan instrumen keuangan turunan atau derivatif. Direktur Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI, Juli Budi Winantya, menjelaskan bahwa penerbitan BI-FRN merupakan salah satu upaya BI untuk memperkuat bauran kebijakan dan strategi operasi moneter agar lebih pro-pasar.

Pada pelatihan wartawan di Hotel Santika Bukittinggi, Sumatera Barat, Jumat (24/5/2025), Juli menyampaikan bahwa ada rencana penerbitan instrumen baru yaitu BI Floating Rate Note (BI-FRN) serta Overnight Index Swap (OIS). Ia menekankan bahwa instrumen ini akan melengkapi underlying asset BI yang sudah ada seperti Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN).

Peran SRBI dalam Kebijakan Moneter

Meski BI akan tetap menerbitkan SRBI, volumenya akan dikurangi. Juli menjelaskan bahwa SRBI sebagai instrumen moneter akan tetap ada. Ke depan, instrumen ini akan ditambah dengan BI-FRN untuk memperkaya instrumen sekaligus memperdalam pasar keuangan.

"Jadi SRBI sebagai instrumen moneter akan tetap ada. Ke depan, instrumen ini akan ditambah dengan BI-FRN untuk memperkaya instrumen sekaligus memperdalam pasar keuangan," jelasnya.

Tujuan Penerbitan BI-FRN

Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, belum dapat memberikan informasi lebih rinci mengenai BI-FRN. Namun, ia menjelaskan bahwa penerbitan surat berharga berkualitas tinggi ini bertujuan untuk memperdalam pasar keuangan sekaligus meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan moneter ke sektor riil.

"Bentuknya seperti apa? Nanti akan disampaikan. Tapi tujuannya adalah memperdalam pasar keuangan domestik agar bisa mendukung sektor riil melalui peningkatan penyaluran kredit," ungkap Ramdan.

Pentingnya SRBI dalam Stabilitas Pasar Uang

Ramdan juga memastikan bahwa BI akan tetap menerbitkan SRBI lantaran instrumen ini berfungsi untuk mengelola likuiditas, menstabilkan nilai tukar rupiah, dan mendalami pasar uang.

"Yang perlu digarisbawahi adalah bagaimana BI secara kontinu menakar jumlah SRBI agar tetap mendukung stabilitas nilai tukar rupiah, sekaligus menjaga likuiditas di pasar uang untuk mendorong pertumbuhan kredit," tukasnya.

Data Terkini Mengenai SRBI

Sebagai informasi, BI mencatat penurunan posisi instrumen moneter SRBI dari Rp 916,97 triliun pada awal tahun 2025 menjadi Rp 707,05 triliun pada 21 Oktober 2025. Hal ini menunjukkan adanya penyesuaian dalam pengelolaan likuiditas dan stabilisasi nilai tukar rupiah.

Dengan penerbitan BI-FRN, BI berupaya memperkuat struktur pasar keuangan nasional. Instrumen ini diharapkan dapat memberikan alternatif bagi para pelaku pasar, sekaligus meningkatkan efisiensi dan efektivitas kebijakan moneter. Dengan demikian, kebijakan BI akan semakin responsif terhadap dinamika ekonomi dan kebutuhan sektor riil.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar