Berita Gembira untuk Pegawai Kementerian ESDM, Tunjangan Naik 100 Persen

Berita Gembira untuk Pegawai Kementerian ESDM, Tunjangan Naik 100 Persen


Peningkatan tunjangan khusus (tukin) bagi pegawai Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) akan meningkat sebesar 100 persen. Hal ini diumumkan oleh Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, yang menyatakan bahwa keputusan tersebut telah disetujui oleh Presiden Prabowo Subianto.

Advertisement

Bahlil menjelaskan bahwa kebijakan ini merupakan bentuk penghargaan dari Presiden terhadap para aparatur negara yang bekerja di sektor energi dan sumber daya mineral. Ia mengungkapkan bahwa tugas terberatnya sebagai Menteri ESDM adalah menaikkan tukin sebesar 100 persen dalam waktu dua bulan. Dan Alhamdulillah, pada Desember lalu, tugas tersebut telah selesai.

Keputusan Presiden (Keppres) terkait tunjangan khusus pegawai ESDM sebelumnya hanya berlaku hingga Desember 2024. Untuk itu, pemerintah sedang mempersiapkan Keppres baru agar kenaikan tukin tersebut berlaku secara permanen mulai tahun 2025.

Bahlil berupaya agar Keppres tersebut berlaku selama-lamanya, bukan lagi bertahap atau berperiode. Ia mengatakan bahwa Presiden Prabowo memerintahkan dirinya untuk segera menandatangani Keppres tunjangan khusus peningkatan kesejahteraan bagi pegawai ESDM.

Menurut Bahlil, Presiden Prabowo menilai peningkatan tukin ini sebagai bentuk penghargaan negara terhadap para pegawai ESDM. Namun, ia juga menegaskan bahwa peningkatan kesejahteraan tersebut harus diiringi dengan peningkatan integritas dan profesionalitas.

"Jangan lagi gaya-gaya lama dipakai, jangan lagi ada cara-cara lapan enam, terutama kepada direktur jenderal (dirjen) yang memberikan izin. Jika saya tahu, jika ada laporan, saya tidak segan-segan untuk merumahkan kalian," tegas Bahlil.

Perubahan Budaya Kerja di ESDM

Langkah peningkatan tukin ini diharapkan dapat menjadi momentum perubahan budaya kerja di lingkungan Kementerian ESDM. Bahlil menekankan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam menjalankan tugas sehari-hari. Ia meminta seluruh pegawai untuk lebih profesional dan menjauhi praktik-praktik yang tidak sesuai dengan aturan.

  • Dalam arahannya, Bahlil menekankan bahwa kenaikan tukin bukanlah sekadar bonus, tetapi juga tanggung jawab untuk meningkatkan kinerja dan kualitas layanan.
  • Ia menegaskan bahwa setiap pegawai harus mematuhi aturan dan menjaga etika kerja, termasuk dalam proses pengajuan izin dan pengawasan proyek.
  • Selain itu, Bahlil juga menyoroti pentingnya koordinasi antar unit kerja agar tidak terjadi duplikasi atau kesalahan dalam pengambilan keputusan.

Tantangan dan Harapan

Meski kenaikan tukin ini dianggap sebagai langkah positif, ada beberapa tantangan yang perlu diperhatikan. Salah satunya adalah bagaimana memastikan bahwa peningkatan kesejahteraan tidak berbanding lurus dengan peningkatan tuntutan.

  • Pegawai harus mampu menjaga kualitas kerja meskipun penghasilan meningkat.
  • Instansi perlu memastikan bahwa sistem pengawasan tetap ketat untuk mencegah adanya korupsi atau penyalahgunaan wewenang.
  • Selain itu, pemerintah juga perlu memperhatikan aspek keberlanjutan anggaran agar kenaikan tukin bisa berkelanjutan tanpa mengganggu stabilitas keuangan negara.

Kesimpulan

Peningkatan tukin sebesar 100 persen bagi pegawai ESDM merupakan langkah penting yang diharapkan dapat meningkatkan motivasi dan produktivitas. Namun, hal ini juga harus diiringi dengan peningkatan disiplin dan profesionalisme. Bahlil menegaskan bahwa kebijakan ini bukan hanya tentang uang, tetapi juga tentang komitmen untuk menjalankan tugas dengan baik dan benar.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar