Berita Gembira! Jawa Tengah Akan Miliki KRL, Ini Rutenya

Berita Gembira! Jawa Tengah Akan Miliki KRL, Ini Rutenya


aiotrade, JAKARTA PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT KAI menyampaikan rencana pengembangan jaringan kereta berbasis listrik atau commuterline (KRL) di wilayah Jawa Tengah.

Advertisement

EVP Corporate Secretary KAI, Raden Agus Dwinanto Budiadji menjelaskan bahwa pengembangan KRL tersebut akan menghubungkan wilayah industri dan permukiman di sekitar Jawa Tengah. Salah satu relasi yang menjadi fokus adalah Semarang Batang Pekalongan serta arah timur menuju Demak.

"Pola perjalanan pekerja di Jawa Tengah cukup dinamis. Dengan adanya sistem commuter line, mobilitas tenaga kerja dapat terlayani dengan lebih baik sekaligus mengurangi ketergantungan pada transportasi jalan raya," ujar Raden Agus dalam keterangan resmi, Minggu (26/10/2025).

Selain itu, PT KAI juga memiliki rencana untuk mengembangkan jaringan rel yang mendukung ekosistem logistik di Jawa Tengah. Rencana ini telah dibahas bersama Gubernur dan Bupati setempat.

"Ada dua hal utama yang dibahas bersama Gubernur dan Bupati Batang. Pertama, rencana pembangunan dry port untuk mendukung angkutan logistik terpadu di wilayah Jawa Tengah. Kedua, pengembangan sistem aglomerasi transportasi penumpang agar mobilitas masyarakat dan pekerja dapat terlayani dengan lebih baik, tambah Agus.

Dia menambahkan, pembangunan dry port di Kabupaten Batang merupakan langkah strategis dalam mengantisipasi pesatnya pertumbuhan kawasan industri di Jawa Tengah.

Saat ini, beberapa kawasan industri seperti Kawasan Industri Wijayakusuma Semarang, Kawasan Industri Kendal, dan Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB) menunjukkan perkembangan signifikan. Mereka memiliki potensi ratusan tenant besar yang membutuhkan dukungan logistik efisien dan berkelanjutan.

Menurut Agus, pengangkutan barang menggunakan moda kereta api memiliki keunggulan efisiensi yang signifikan dibandingkan transportasi jalan raya.

Dari sisi konsumsi bahan bakar, angkutan berbasis rel diklaim 68 kali lebih hemat dibandingkan moda truk. Hal ini dapat menekan biaya logistik nasional sekaligus mendukung pengurangan emisi karbon.

"Efisiensi ini menjadi alasan kuat mengapa kami ingin memperkuat jaringan logistik berbasis rel. Ke depan, dry port yang akan dibangun di Batang akan dirancang semodern mungkin dengan sistem bongkar muat (loading dan unloading) yang cepat, aman, dan terintegrasi dengan kawasan industri di sekitarnya," imbuhnya.

Strategi Pengembangan Jaringan Rel

Berikut beberapa strategi yang akan diterapkan dalam pengembangan jaringan rel:

  • Peningkatan Konektivitas: Jaringan KRL akan menghubungkan kawasan industri dengan pusat-pusat permukiman, sehingga memudahkan akses bagi para pekerja.
  • Pembangunan Dry Port: Dry port akan menjadi pusat logistik yang terintegrasi dengan jaringan kereta api, memastikan pengiriman barang lebih cepat dan efisien.
  • Penggunaan Teknologi Modern: Sistem bongkar muat akan dilengkapi teknologi terkini untuk memastikan keamanan dan kecepatan.
  • Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah: Pembangunan akan dilakukan dengan keterlibatan aktif pemerintah daerah untuk memastikan keberlanjutan dan kesesuaian dengan kebutuhan lokal.

Manfaat Pengembangan Jaringan Rel

Pengembangan jaringan rel memiliki berbagai manfaat, antara lain:

  • Meningkatkan Mobilitas Penduduk: Dengan adanya KRL, masyarakat dapat bepergian dengan lebih nyaman dan efisien.
  • Mengurangi Kemacetan: Pengurangan ketergantungan pada kendaraan bermotor akan membantu mengurangi kemacetan di jalanan.
  • Mendorong Pertumbuhan Ekonomi: Akses yang lebih baik ke kawasan industri akan meningkatkan aktivitas ekonomi dan investasi.
  • Meningkatkan Efisiensi Logistik: Pengangkutan barang melalui rel lebih hemat biaya dan ramah lingkungan.

Dengan rencana ini, PT KAI berkomitmen untuk terus mengembangkan infrastruktur transportasi yang berkelanjutan dan berdampak positif bagi masyarakat dan ekonomi Jawa Tengah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar