Belajar dari Kasus Al Khoziny, Pemkot Surabaya Kolaborasi dengan ITS Audit Ribuan Ponpes

Belajar dari Kasus Al Khoziny, Pemkot Surabaya Kolaborasi dengan ITS Audit Ribuan Ponpes

Advertisement

Pemkot Surabaya dan ITS Lakukan Audit Kekuatan Struktur Bangunan Ponpes

Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melakukan audit kekuatan struktur bangunan pondok pesantren (ponpes) di Kota Pahlawan. Langkah ini dilakukan setelah kasus ambruknya bangunan di Pondok Pesantren Al Khoziny di Sidoarjo menjadi perhatian serius.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyampaikan hal tersebut saat mengunjungi Pondok Pesantren Hikmatun Najiyah yang terletak di Jalan Sidosermo (Sidoresmo) III No 16 A dan B pada Senin (27/10). Ia menjelaskan bahwa hingga kini telah dilakukan pengecekan terhadap 15 ponpes, dan hasilnya semuanya masuk dalam kategori aman. Namun, Pemkot tetap memverifikasi dengan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) yang lama meskipun bangunan sudah kuat.

Tujuan utama dari audit ini adalah untuk memastikan keamanan para santri. Berdasarkan data Kementerian Agama (Kemenag), terdapat total 1.100 pondok pesantren yang beroperasi di Surabaya. Semua ponpes tersebut telah memiliki IMB, namun izin tersebut masih berlaku untuk kondisi bangunan sebelumnya.

Eri menjelaskan bahwa Pemkot Surabaya dan ITS akan melakukan pengecekan secara menyeluruh. Tujuannya adalah memastikan bahwa kondisi bangunan ponpes sesuai dengan IMB dan memiliki struktur yang kuat. Hal ini penting karena banyak bangunan ponpes yang bertingkat atau dulunya merupakan rumah tinggal yang kini dialihfungsikan sebagai tempat mengaji.

Pentingnya Pemantauan Lapangan

Pemantauan lapangan sangat diperlukan untuk meninjau kondisi real bangunan ponpes, terutama yang bertingkat atau berasal dari bangunan rumah tinggal. Contohnya, seperti yang sedang dikunjungi oleh Eri, di kawasan Sidoresmo yang dikenal sebagai kawasan pondok. Pemkot melakukan pengecekan struktur ponpes apakah sesuai dengan IMB atau tidak, serta bagaimana kondisi struktur bangunannya.

Dari hasil pemantauan dan audit, jika bangunan ponpes dinilai aman dan sesuai IMB, Pemkot Surabaya bersedia membantu pengurusan IMB dengan kondisi bangunan ponpes terkini. Dengan demikian, Pemkot akan memberikan IMB baru yang sesuai dengan struktur bangunan yang ada.

Upaya Menjaga Keselamatan Santri

Eri menegaskan bahwa langkah ini adalah upaya untuk menjaga keselamatan para santri di Kota Pahlawan. Dengan adanya audit dan pemantauan, Pemkot Surabaya berkomitmen untuk memastikan bahwa semua ponpes di kota ini memiliki struktur bangunan yang kuat dan sesuai dengan izin yang diberikan.

Selain itu, kerja sama dengan ITS menjadi salah satu kunci keberhasilan dalam proses audit ini. Dengan bantuan teknis dari institusi pendidikan tinggi, Pemkot dapat melakukan evaluasi yang lebih akurat dan mendalam terhadap kondisi bangunan ponpes.

Langkah-langkah ini juga menjadi bentuk tanggung jawab pemerintah daerah dalam menjaga kualitas infrastruktur yang digunakan oleh masyarakat, khususnya para santri yang tinggal di ponpes. Dengan adanya pengawasan yang ketat, diharapkan tidak ada lagi kejadian serupa yang bisa membahayakan keselamatan para penghuni ponpes.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar