
Peningkatan Pasokan Bantuan ke Gaza, Tapi Masih Jauh dari Target
Program Pangan Dunia (WFP) melaporkan bahwa pasokan bantuan ke Gaza telah meningkat setelah gencatan senjata. Namun, jumlahnya masih jauh dari target harian sebesar 2 ribu ton per hari. Menurut WFP, sekitar 750 metrik ton makanan kini memasuki Jalur Gaza setiap hari. Meskipun ada peningkatan, angka ini masih jauh dari kebutuhan masyarakat yang terdampak oleh dua tahun perang yang dilancarkan Israel.
Badan PBB tersebut mendesak pembukaan lebih banyak penyeberangan guna memperluas akses pengiriman bantuan. Abeer Etefa, juru bicara WFP, mengatakan bahwa untuk mencapai peningkatan ini, setiap titik penyeberangan perbatasan saat ini harus dimanfaatkan secara optimal. Ia menekankan pentingnya membuka akses menuju Gaza utara, di mana kelaparan parah masih berlangsung.
Akses Menuju Gaza Utara Masih Tertutup
Etefa menyebutkan bahwa saat ini hanya penyeberangan Kerem Shalom dan Kissufim di wilayah selatan Gaza yang dibuka. Sementara itu, akses menuju Gaza utara tetap tertutup sepenuhnya. Ia menegaskan bahwa WFP membutuhkan Erez dan Zikkim, serta titik-titik penyeberangan perbatasan lainnya untuk dibuka. Meskipun beberapa pasokan nutrisi untuk anak-anak dan ibu hamil telah mencapai Gaza utara melalui jalur selatan, jumlahnya masih jauh dari cukup.
Saat ini, WFP memiliki 26 titik distribusi pangan yang beroperasi di Gaza, jauh dari target 145 titik yang ditetapkan untuk dijalankan di seluruh wilayah. Sebagian besar titik distribusi ini berada di bagian selatan dan tengah Jalur Gaza.
Pengiriman Bahan Makanan Sejak Gencatan Senjata
Sejak gencatan senjata di Gaza berlaku pada 10 Oktober, WFP telah mengirimkan lebih dari 6.700 metrik ton bahan makanan. Angka ini cukup untuk hampir setengah juta orang selama 2 pekan. Banyak warga menyimpan sebagian makanan karena khawatir pasokan akan kembali terhenti.
Etefa menjelaskan bahwa warga memakan sebagian makanan, sementara sisanya dijatah dan disimpan untuk keadaan darurat. Mereka tidak yakin berapa lama gencatan senjata ini akan berlangsung dan apa yang akan terjadi selanjutnya. Ia menekankan pentingnya mempertahankan gencatan senjata yang ditengahi oleh Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, sebagai satu-satunya cara untuk menyelamatkan nyawa dan menahan laju kelaparan di utara Gaza.
Pembukaan Perbatasan Bergantung pada Penyerahan Jenazah Sandera
Rencana 20 poin Trump untuk mengakhiri perang di Gaza mencakup bantuan penuh ke wilayah Palestina tersebut. Seorang pejabat keamanan Israel mengatakan bahwa bantuan kemanusiaan terus masuk melalui penyeberangan Karem Abu Salem serta sejumlah penyeberangan tambahan sesuai dengan rencana tersebut, tanpa menyebutkan nama-namanya.
Pada Sabtu (18/10/2025), Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyatakan bahwa perbatasan Rafah antara Gaza dan Mesir akan tetap ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut. Pembukaannya bergantung pada penyerahan sisa jenazah sandera Israel oleh Hamas.
Hamas kini telah menyerahkan 15 dari 28 jenazah sandera Israel sejak gencatan senjata dimulai. Sisanya diperkirakan akan menyusul, meskipun kelompok tersebut mengatakan bahwa kehancuran yang meluas di Gaza serta berlanjutnya kendali militer Israel di beberapa wilayah telah menghambat proses pencarian jenazah.
Berapa Biaya untuk Membangun Gaza Kembali?
Krisis kemanusiaan di Gaza tidak hanya memengaruhi kebutuhan pangan dan kesehatan, tetapi juga memicu pertanyaan tentang biaya pembangunan kembali wilayah tersebut. ICJ (Mahkamah Internasional) menegaskan bahwa Israel wajib memfasilitasi bantuan kemanusiaan Gaza melalui UNRWA. WHO (Organisasi Kesehatan Dunia) memperingatkan bahwa krisis kesehatan di Gaza akan berdampak hingga beberapa generasi.
Komentar
Kirim Komentar