
Peristiwa Longsor di Jalan Pajajaran, Bandung
Pada hari Jumat (24/10/2025), sebuah bangunan indekos di Jalan Pajajaran, Gang H Ibrahim, RW 07, Kelurahan Pasirkaliki, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung mengalami kerusakan parah akibat dampak longsoran tanah dan ambruknya benteng. Peristiwa ini terjadi setelah hujan deras mengguyur kawasan tersebut.
Bangunan yang terkena dampak longsoran tersebut masih tampak porak poranda hingga saat ini. Dinding indekos rusak berat, bahkan bagian dalam bangunan dipenuhi oleh tanah dan batu. Sementara itu, benteng yang longsor telah ditutup dengan menggunakan terpal dan diberi karung berisi tanah sebagai antisipasi terjadinya longsoran susulan.
Dua kamar indekos yang ada di lokasi tersebut kini sudah dikosongkan. Menurut perwakilan keluarga pemilik indekos, Ayi (45), kejadian tersebut terjadi setelah sholat Jumat. "Itu benteng longsor dan langsung kena dinding kosan," ujar Ayi saat ditemui di lokasi kejadian, Minggu (26/10/2025) sore.
Menurut informasi yang diperoleh, satu kamar indekos dihuni oleh tiga orang, sedangkan satu kamar lainnya kosong. Meskipun demikian, kedua kamar tersebut sama-sama terdampak oleh longsoran tersebut. "Saat kejadian kamar yang ini ada penghuninya dan ada yang luka juga tapi tidak apa-apa, semuanya selamat," tambah Ayi.
Setelah kejadian ini, aparat kewilayahan termasuk pemilik benteng yakni KONI sudah melakukan peninjauan ke lokasi kejadian. Mereka memastikan akan segera melakukan perbaikan pada benteng maupun indekos yang terdampak. "Sudah pada kesini saat kejadian, penanganan baru sementara dan katanya akan langsung diperbaiki," ucap Ayi.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan juga telah melakukan peninjauan ke lokasi kejadian. Ia meminta Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) serta Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (DPKP) untuk segera melakukan penanganan terkait longsor tersebut.
"Ini harus mengerahkan tenaga yang cepat, keburu hujan meluap banjir kemana-mana. Bagaimana tidak syok ya disini ada penghuninya, tapi sudah aman terkendali, nanti kita cari solusinya, sementara kita perbaiki dulu," kata Farhan dalam akun instagramnya.
Penyebab dan Dampak Longsor
Longsoran yang terjadi di kawasan ini diduga disebabkan oleh curah hujan yang tinggi dan kondisi tanah yang tidak stabil. Wilayah ini terletak di daerah yang rentan terhadap longsoran, terutama jika terjadi hujan deras dalam waktu yang cukup lama.
Dampak dari longsoran ini tidak hanya terasa pada bangunan indekos, tetapi juga berpotensi membahayakan warga sekitar. Selain itu, kondisi jalan di sekitar lokasi juga terganggu akibat adanya tanah dan batu yang menumpuk.
Tindakan yang Dilakukan
Beberapa langkah telah dilakukan untuk mengatasi dampak dari longsoran tersebut. Benteng yang longsor ditutup dengan terpal dan diberi karung berisi tanah sebagai tindakan darurat. Selain itu, dua kamar indekos yang terdampak sudah dikosongkan untuk menjaga keselamatan penghuni.
Para petugas dari dinas terkait seperti DSDABM dan DPKP juga sedang menyiapkan rencana perbaikan jangka panjang. Namun, hingga saat ini belum ada informasi resmi mengenai estimasi waktu perbaikan atau anggaran yang diperlukan.
Langkah Pencegahan di Masa Depan
Untuk mencegah terulangnya kejadian serupa, diperlukan langkah-langkah pencegahan yang lebih proaktif. Beberapa rekomendasi yang bisa diterapkan antara lain:
- Pemantauan rutin terhadap kondisi tanah dan struktur bangunan di wilayah rentan longsor.
- Pembuatan saluran drainase yang memadai untuk mengurangi risiko banjir dan longsoran.
- Penguatan struktur bendungan atau benteng di sekitar area permukiman.
Selain itu, masyarakat juga diminta untuk tetap waspada dan siap menghadapi cuaca ekstrem. Informasi mengenai perkembangan cuaca dan potensi bencana harus terus diperbarui agar dapat diambil tindakan tepat waktu.
Komentar
Kirim Komentar