
Bali, Pusat Wisata Kesehatan yang Terus Berkembang
Bali selama ini telah dikenal sebagai ikon utama dari wisata kebugaran di Indonesia. Seiring dengan upaya pemerintah provinsi dan sektor swasta dalam mempromosikan pariwisata yang melibatkan pelaku industri wellness, kini Bali semakin menunjukkan perannya sebagai destinasi utama bagi para penggemar kesehatan dan kebugaran.
Salah satu negara yang menunjukkan minat tinggi terhadap wisata kebugaran adalah Korea Selatan. Negara ini menjadi pemimpin tiga besar negara Asia yang memiliki minat tertinggi, diikuti oleh Thailand dan Jepang. Temuan ini menunjukkan bahwa tren global sedang berubah, di mana wisatawan khususnya dari pasar Asia semakin memprioritaskan kesehatan dan pengalaman holistik dalam agenda perjalanan mereka.
Peningkatan minat dari Korea Selatan juga sejalan dengan upaya promosi pariwisata kebugaran yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia saat kunjungannya ke Seoul pada bulan September lalu. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia tidak hanya mengandalkan Bali sebagai pusat wisata kebugaran, tetapi juga mulai merambah ke wilayah lain.
Tren terbaru menunjukkan bahwa daya tarik sektor ini kini meluas ke Pulau Jawa, khususnya Yogyakarta dan Surakarta. Kedua kota ini kini menjadi destinasi kebugaran yang patut diperhitungkan. Pada November 2025 mendatang, akan diselenggarakan Wonderful Indonesia Wellness Festival di kedua kota tersebut. Acara ini akan menjadi momen penting dalam memperkenalkan potensi wisata kebugaran di Pulau Jawa.
Senior Country Director Agoda untuk Indonesia, Gede Gunawan, menyatakan bahwa Indonesia memiliki potensi industri wellness yang luas, tidak hanya di Bali. Ia menekankan bahwa selain destinasi populer seperti Bali, Yogyakarta, dan Surakarta, masih banyak wilayah lain yang memiliki potensi belum tergarap.
Menurut data yang dikumpulkan Agoda, ada respons global yang kuat terhadap festival kebugaran yang berbasis warisan Kerajaan Mataram. Terjadi peningkatan pencarian akomodasi ke Yogyakarta sebesar 15 persen dan lonjakan drastis sebesar 119 persen ke Surakarta pada November dibandingkan tahun sebelumnya. Wisatawan dari Korea Selatan menjadi sorotan utama, karena mencatat lonjakan pencarian akomodasi tertinggi, yakni mencapai 1.121 persen atau lebih dari sebelas kali lipat dibandingkan tahun 2024.
Korea Selatan, Malaysia, dan Singapura menjadi tiga pasar utama yang menunjukkan minat tertinggi, memperkuat tren pasar Asia yang semakin memprioritaskan kesehatan dalam perjalanan. Meskipun tren ini meluas ke Pulau Jawa, keberhasilan promosi wellness di luar Bali justru semakin memperkuat posisi Indonesia secara keseluruhan di kancah global.
Sebagai ikon yang telah lama mapan, Bali telah meletakkan dasar bagi citra Indonesia sebagai negara dengan kekayaan tradisi penyembuhan dan spiritual. Penyelenggaraan "Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF) 2025" dan "Royal Surakarta Wellness Festival (RSWF)" menawarkan diversifikasi unik, yakni memadukan tradisi Jawa yang kental dengan praktik kebugaran modern.
Diversifikasi ini penting untuk memastikan bahwa Indonesia tidak hanya bergantung pada Bali, tetapi juga dapat menawarkan ragam pengalaman wellness kultural yang berbeda. Secara global, Indonesia kini berada di peringkat enam besar ekonomi kebugaran di kawasan Asia Pasifik, dengan pertumbuhan tertinggi ketiga, sebuah fakta yang membuktikan bahwa sektor wellness yang dipelopori di Bali kini menemukan gema di wilayah lain.
Dengan meningkatnya minat dari pasar global, termasuk dorongan promosi ke wisatawan Negeri Ginseng, tren ini memberi sinyal positif bahwa wisatawan semakin melihat Indonesia dari Bali, Jawa, hingga wilayah lain sebagai destinasi holistik yang mampu menyegarkan pikiran, tubuh, dan jiwa.
Komentar
Kirim Komentar