Keluarga Korban Mengungkapkan Kebutuhan Keadilan
Ayah dari Asril Wahyudi, seorang sopir truk yang tewas dalam kejadian mengerikan di perkebunan tebu Ogan Ilir, mengungkapkan rasa kaget dan kehilangan yang mendalam. Kamirusdi, ayah dari Yudi, menerima kabar duka saat berada di kampung halamannya di Solok Selatan, Sumatera Barat.
Kamirusdi menerima informasi tentang kematian putranya pada hari Senin (13/10/2025) dan langsung melakukan perjalanan menuju Palembang. Ia mengatakan bahwa ia sangat terkejut dengan berita tersebut, seperti disambar petir.

Pria berusia 71 tahun ini menjelaskan bahwa dirinya telah diberi sampel darah oleh Tim Laboratorium Forensik Polda Sumatera Selatan. Sampel darah tersebut akan digunakan untuk tes DNA agar dapat dibandingkan dengan DNA jasad yang ditemukan dalam truk yang terbakar.
"Diambil darah saya dan darah adiknya almarhum. Kata polisi untuk keperluan tes DNA," ujar Kamirusdi.
Ia juga menyampaikan bahwa Yudi dikenal sebagai anak yang baik dan mandiri. Sebelumnya, korban sering menghubungi keluarganya di kampung halaman, namun kini suara ciri khas Yudi tidak lagi terdengar.
"Saya ada anak tiga orang. Dia (korban) itu yang nomor dua. Kalau kakaknya itu perempuan tinggal di Aceh," tutur Kamirusdi.
Kamirusdi berharap para tersangka pembunuhan anaknya dihukum setimpal dengan seadil-adilnya. Baginya, nyawa harus dibalas dengan nyawa dan penegakan hukum harus dilakukan secara adil.
"Bagi saya, nyawa dibalas nyawa. Penegakan hukum harus adil," ucap Kamirusdi.
Peristiwa Mengerikan di Perkebunan Tebu
Sebelumnya, sebuah peristiwa mengerikan terjadi di daerah perkebunan tebu wilayah Desa Seri Bandung, Kecamatan Tanjung Batu, Ogan Ilir, Sumsel pada Senin (13/10/2025) pagi. Warga menemukan sebuah truk dalam kondisi hangus terbakar. Lebih mengagetkan lagi, ditemukan mayat di dalam truk bernopol BG 9038 UIU tersebut.
"Sepertinya itu truk yang biasa angkut alat berat. Kondisinya gosong dan ada mayat di dalamnya," kata seorang saksi mata bernama Misbakun.
Tidak lama berselang, polisi menghadirkan tiga tersangka pembakaran truk tronton dan sopirnya di perkebunan tebu Kecamatan Tanjung Batu, Kabupaten Ogan Ilir dalam rilis tersangka di Polda Sumsel, Senin (20/10/2025). Ketiga tersangka tersebut adalah Adam Saputra (28), Agung Sanjaya (25), dan Redho Saputra (24).
Selain ketiga tersangka ini, ada satu rekan mereka berinisial I yang masih buron. Mereka masing-masing adalah warga Desa Payalingkung Kecamatan Lubuk Keliat, Kabupaten Ogan Ilir.
Motif awal dari tindakan mereka adalah ingin menguasai harta, sehingga para tersangka menghabisi nyawa korban dengan cara dicekik kemudian membakarnya bersama tronton dengan menyiramkan BBM ke kabin.
Motif Pembunuhan dan Pelaku Utama
Kapolres Ogan Ilir AKBP Bagus Suryo Wibowo menjelaskan bahwa motif pembunuhan terhadap korban lantaran para tersangka ingin merampas kendaraan truk tronton yang dikendarai korban. Adapun otak dari pembunuhan tersebut adalah Adam Saputra (AS).
"Awalnya mereka hanya ingin merampas uang. Tapi tiba-tiba dalam satu jam perjalanan AS merubah rencana jadi ingin mengambil alih truk," ujar Bagus.
Komentar
Kirim Komentar