Anak Safitri Tanya Ayah hingga Sakit Usai Bercerai Jelang PPPK

Anak Safitri Tanya Ayah hingga Sakit Usai Bercerai Jelang PPPK

Anak Safitri Tanya Ayah hingga Sakit Usai Bercerai Jelang PPPK

Kehidupan Safitri Setelah Diceraikan Suami

Safitri, seorang ibu yang kini tinggal di Aceh Selatan, mengungkapkan perasaannya setelah diceraikan oleh suaminya. Ia mengaku bahwa anak-anaknya masih belum memahami situasi perceraian orang tuanya karena usia mereka yang masih sangat muda. Anak pertama Safitri berusia 4 tahun, sedangkan anak kedua berusia 2 tahun. Kedua anak ini masih sangat dekat dengan ayahnya.

Advertisement

Kondisi kesehatan anak kecil Safitri juga mulai menurun. Anak itu mengalami demam sejak hari Senin dan belum sembuh hingga saat ini. Akibatnya, Safitri tidak bisa membawa anaknya ke mana-mana. Ia merasa bingung karena ayahnya tetap memutuskan untuk menceraikannya. Safitri mengatakan bahwa sebagai seorang perempuan, ia harus menerima keputusan tersebut.

Anak-anak Safitri sering kali bertanya tentang keberadaan ayahnya. Safitri memberi penjelasan bahwa ayahnya sedang bekerja mencari ikan di laut. Ia berharap agar suaminya tetap memperhatikan anak-anak mereka dan tidak melupakan tanggung jawabnya sebagai seorang ayah. Safitri juga menyampaikan pesan kepada JS (suaminya) untuk tidak meninggalkan anak-anaknya dan tidak sampai terputus hubungan.

Menurut Safitri, anak-anaknya sangat dekat dengan ayahnya. Bahkan, mereka masih mencari keberadaan JS. Safitri merasa sedih karena tidak tahu bagaimana menjelaskan situasi ini kepada anak-anaknya. Ia hanya bisa berharap agar suaminya tetap menjaga hubungan dengan anak-anak mereka.

Alasan Perceraian

Safitri mengungkapkan bahwa alasan utama perceraian adalah sifatnya yang keras dan sulit diatur. JS bersikeras ingin bercerai dengannya karena hal tersebut. Safitri mengakui bahwa mungkin dirinya memiliki banyak kesalahan, namun ia merasa kecewa karena diceraikan tepat sebelum pelantikan suaminya sebagai PPPK.

Ia rela membelikan atribut korpri sang suami dari hasil jualannya, namun tak disangka ia justru diceraikan. Safitri mengungkapkan bahwa ia telah menemani suaminya dari nol, tetapi kini justru ditinggalkan. Ia merasa bahwa kekecewaan itu sangat dalam.

Perceraian terjadi pada 15 Agustus 2025, dua hari sebelum pelantikan JS sebagai PPPK Satpol PP Aceh Singkil. Safitri mengungkapkan bahwa alasan perceraian bukan hanya karena masalah rumah tangga, melainkan karena JS ingin fokus pada jabatannya. Ia merasa bahwa keputusan tersebut tidak adil.

Masalah Ekonomi dan Perasaan Hancur

Safitri juga mengungkapkan bahwa faktor ekonomi menjadi salah satu penyebab dalam perjalanan rumah tangganya. Ia mengaku kesulitan dalam membeli kebutuhan dasar seperti bedak. Tekanan finansial selama hidup berumah tangga cukup berat, dan situasi semakin tegang setelah sang suami menceraikan dirinya.

Safitri merasa mentalnya hancur akibat perceraian tersebut. Meskipun fisik suaminya tidak pernah kasar, perasaan batinnya terluka. Ia sempat membayangkan bahwa ia akan menemani suaminya dalam pelantikan, namun harapan itu pupus. Safitri merasa bahwa impian yang ia harapkan hancur hanya dua hari sebelum pelantikan suaminya.

Ia juga mengungkapkan bahwa perasaannya terhadap JS sudah tidak ada lagi. Namun, ia lebih memilih untuk fokus pada pengasuhan anak-anaknya. Safitri menyatakan bahwa hatinya kini kosong, tetapi ia akan terus berjuang demi keluarganya.

Awal Perceraian

Awal perceraian bermula dari pertengkaran kecil di rumah. Ketika suaminya pulang dan tidak menemukan lauk di meja makan, mereka terlibat pertengkaran. Safitri mengaku bahwa ia membelikan baju korpri suaminya dari hasil jualan sayur, namun tak disangka malah diceraikan.

Peristiwa ini terjadi tepat tiga hari sebelum pelantikan suaminya. Safitri mengungkapkan bahwa suaminya marah karena tidak ada lauk di rumah. Malam itu, suaminya pergi bersama rekannya dan pulang larut malam. Esok harinya, mereka terlibat ribut besar. Safitri membalas ucapan suaminya yang menyakitkan hatinya.

Akhirnya, suaminya langsung mengucapkan kata cerai di hari itu juga. Tiga hari setelah peristiwa tersebut, suaminya dilantik menjadi PPPK. Safitri menegaskan bahwa suaminya menceraikannya bukan semata karena pertengkaran, melainkan karena ingin jabatan.

Kesedihan dan Harapan

Safitri mengungkapkan bahwa ia merasa sedih karena semua usaha yang ia lakukan untuk suaminya tidak dihargai. Ia bahkan membantu menyiapkan pakaian dan atribut Korpri untuk pelantikan suaminya. Semua perlengkapan itu dibeli dari hasil ia berjualan cabai dan sayuran di pasar.

Safitri juga mengungkapkan bahwa pernikahannya tidak direstui oleh ibu mertua. Mertua sering ikut campur dalam kehidupan rumah tangganya. Safitri mengaku bahwa ia awalnya diam, tetapi lama-lama merasa diinjak.

Video yang viral di media sosial memperlihatkan momen haru saat Safitri diantar para tetangganya naik mobil L300, membawa barang-barang rumah tangga menuju kampung halamannya di Aceh Selatan. Safitri membenarkan bahwa dirinya benar-benar diceraikan oleh suaminya pada 15 Agustus 2025, hanya dua hari sebelum sang suami dilantik dan menerima SK PPPK pada 17 Agustus 2025.

Dalam komentarnya, Safitri menulis curahan hati yang terus menyita perhatian warganet. Ia juga menegaskan bahwa video yang viral bukan tanpa izin, melainkan sudah sepengetahuannya. Safitri menyampaikan pesan mendalam yang kini banyak dikutip warganet tentang pentingnya menghargai wanita yang menemani masa berjuang.

Safitri juga menambahkan bahwa ia tidak malu meski harus kembali ke rumah orang tuanya di Aceh Selatan bersama dua anaknya. Ia justru merasa lega telah berjuang sekuat tenaga demi keluarganya.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar