
Balita Hilang di Pulau Saboyang, Pencarian Terhambat Cuaca Ekstrem
Seorang balita bernama Muhammad Al-Fatih (2 tahun 10 bulan) dilaporkan hilang di Pulau Saboyang, Desa Bala, Kecamatan Balakang, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, sejak Senin (20/10/2025) sore. Hingga kini, anak tersebut masih belum ditemukan.
Menurut keterangan ibunya, Herlina, Al-Fatih terakhir kali terlihat bermain di sekitar rumah mereka yang berdekatan dengan pantai. Kejadian itu terjadi menjelang waktu magrib. Terakhir saya lihat dia di samping rumah dekat pantai. Setelah itu tiba-tiba sudah tidak ada. Kami langsung mencari bersama warga, tapi tidak ketemu, kata Herlina saat dikonfirmasi, Minggu (26/10/2025).
Sejak malam kejadian, warga setempat telah melakukan pencarian secara swadaya di darat maupun di laut. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Sudah kami cari sampai ke pesisir dan laut, tapi belum ada tanda-tanda, tambah Herlina.
Pihak keluarga kemudian melaporkan kejadian ini kepada aparat setempat. Menurut Herlina, tim Basarnas dan lainnya baru mulai melakukan pencarian pada Jumat (26/10/2025) atau beberapa hari setelah kejadian. Saya cuma berharap anak saya cepat ditemukan, dalam keadaan selamat, ujarnya dengan mata berkaca-kaca.
Hingga berita ini diturunkan, proses pencarian Muhammad Al-Fatih masih terus dilakukan oleh tim gabungan bersama masyarakat sekitar.
Kendala Cuaca Ekstrem
Memasuki hari ketiga pencarian terhadap korban anak hilang atas nama Al Fatir di Pulau Saboyang, personel Satuan Polisi Perairan (Satpolair) Polresta Mamuju terus melakukan upaya maksimal untuk menemukan korban. Minggu, 26 Oktober 2025.
Sejak pagi, tim Satpolair bersama warga setempat melanjutkan pencarian dengan menyisir area sekitar perairan Pulau Saboyang hingga wilayah sekitarnya. Namun, kondisi cuaca ekstrem berupa angin kencang dan hujan deras membuat operasi pencarian terpaksa dihentikan sementara demi keselamatan seluruh personel dan warga yang terlibat.
Hingga sore hari, posisi terakhir tim Satpolair Polresta Mamuju diketahui berada di Pulau Tapilagaan, Gusung Turian, Kecamatan Bala Balakang, untuk berlindung dari badai yang melanda pulau tersebut.
Kami tetap berupaya maksimal dan akan melanjutkan pencarian begitu kondisi cuaca kembali memungkinkan. Keselamatan personel dan masyarakat menjadi prioritas utama, ujar Kasat Polair Polresta Mamuju AKP Nurdin.
Satpolair Polresta Mamuju mengimbau kepada masyarakat sekitar agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca serta segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda atau petunjuk terkait keberadaan korban.
"Upaya pencarian akan dilanjutkan kembali setelah kondisi cuaca membaik," ungkap Nurdin.
Komentar
Kirim Komentar