
Penahanan Ammar Zoni di Nusakambangan dan Permintaannya untuk Sidang Offline
Aktor ternama Indonesia, Ammar Zoni, kini menjalani penahanan di Nusakambangan akibat kasus narkoba yang menimpanya. Di tengah masa penahanannya, Ammar Zoni meminta agar sidang kasusnya dilakukan secara offline atau tatap muka. Permintaan ini diajukan karena ia merasa keterbatasan yang dialaminya selama berada di tempat tahanan.
Menurut kuasa hukum Ammar Zoni, Jon Mathias, permintaan tersebut dilakukan lantaran keterbatasan komunikasi yang dialami oleh klienya. Di Nusakambangan, mantan suami Irish Bella ini mengalami kesulitan dalam berkomunikasi, termasuk dengan kuasa hukumnya sendiri.
Ya pasti terbatas lah, itu kita kan kenapa minta offline kan karena terbatasnya itu komunikasi, ujar Jon Mathias di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Jumat (24/10/2025).
Keterbatasan komunikasi ini dirasa memengaruhi kualitas konsultasi antara Ammar Zoni dan kuasa hukumnya. Terlebih, ada saat-saat tertentu di mana Ammar Zoni bersama kuasa hukum menyusun strategi pembelaan.
Padahal ini sesuai dengan KUHAP kan ini kan dia nggak terbatas dengan pengacara untuk masalah konsultasi, eh ya dalam penyusunan pembelaannya kan gitu, lanjut Jon Mathias.
Nah ini sekarang kan kita kendala ini kan mau bikin eksepsi, nah kita kan nggak bisa hubungi dia, itulah kita memang bersikeras dan Ammar kepingin kan dia offline, kan luring namanya, secara istilah hukum, tutupnya.
Riwayat Kasus Narkoba Ammar Zoni
Sebelumnya, Ammar Zoni diduga kembali bersentuhan dengan barang haram tersebut. Berbeda dari sebelumnya, kasus ini justru menjerat Ammar Zoni saat ia sedang menjalani hukuman di dalam penjara.
Ini merupakan kasus narkoba yang keempat kalinya menimpa Ammar Zoni. Sebelumnya, ia pernah terlibat dalam kasus narkoba pada tahun 2017, Maret 2023, dan Desember 2023.
Tantangan dalam Proses Hukum
Selama masa penahanan, Ammar Zoni menghadapi berbagai tantangan dalam proses hukumnya. Keterbatasan akses terhadap sumber daya dan komunikasi menjadi salah satu hambatan utama. Hal ini memengaruhi kemampuan kuasa hukum untuk memberikan bantuan hukum secara maksimal.
Pihak kuasa hukum juga mengungkapkan bahwa mereka sedang mempersiapkan beberapa langkah hukum seperti pembuatan eksepsi. Namun, tanpa adanya komunikasi yang lancar, hal ini menjadi sulit dilakukan.
Perlu Diperhatikan
Dari segi hukum, setiap tahanan memiliki hak untuk diperlakukan secara adil dan mendapatkan perlindungan hukum yang layak. Oleh karena itu, penting bagi pihak berwenang untuk memastikan bahwa semua prosedur hukum dapat dilakukan dengan baik dan tidak mengganggu hak-hak dasar tahanan.
Selain itu, perlu adanya peningkatan koordinasi antara pihak penjara dan kuasa hukum agar proses hukum berjalan efisien dan transparan. Hal ini akan membantu dalam memastikan bahwa setiap tahanan dapat memperoleh bantuan hukum yang memadai.
Kesimpulan
Kasus narkoba yang menimpa Ammar Zoni menunjukkan betapa pentingnya sistem hukum yang baik dan transparan. Dengan adanya keterbatasan komunikasi, maka diperlukan upaya-upaya tambahan agar proses hukum tetap berjalan dengan baik. Pihak berwenang dan kuasa hukum harus bekerja sama untuk memastikan bahwa setiap tahanan dapat memperoleh bantuan hukum yang optimal.
Komentar
Kirim Komentar