
Pada tahun ini, biaya dana yang dialami oleh perusahaan multifinance mulai mengalami penurunan. Hal ini terjadi setelah Bank Indonesia (BI) melakukan penurunan suku bunga sebesar 125 basis poin (bps). Penurunan biaya dana ini terlihat dari beberapa indikator, termasuk tingkat kupon obligasi yang semakin murah.
Berdasarkan data dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo), rata-rata penurunan kupon obligasi tercatat sebesar 0,19 poin persentase pada kuartal III-2025 dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya. Penurunan ini menunjukkan adanya pergerakan positif dalam pengelolaan biaya dana oleh berbagai lembaga keuangan.
PT Astra Sedaya Finance, yang juga dikenal sebagai Astra Credit Companies (ACC), mengakui bahwa tren penurunan kupon obligasi menjadi salah satu faktor yang dapat meringankan beban biaya dana di industri pembiayaan. Namun, EVP Corporate Communication & Strategy ACC, Riadi Prasodjo, menyatakan bahwa dampak dari tren tersebut terhadap biaya dana dan profitabilitas perusahaan masih dalam proses pemantauan.
"Meskipun demikian, kami tetap memantau dampaknya terhadap biaya dana dan profitabilitas perusahaan, mengingat kondisi pasar yang terus berubah dan strategi bisnis yang harus disesuaikan," ujarnya kepada aiotrade, Jumat (24/10).
Selain itu, Riadi juga menyampaikan bahwa biaya dana pinjaman bank mulai menunjukkan tren penurunan, sesuai dengan penurunan suku bunga acuan dari BI. Meski begitu, penurunan biaya dana ini belum sebesar penurunan suku bunga acuan yang telah mencapai 125 bps sepanjang 2025.
Mengenai rencana penerbitan obligasi di masa depan, Riadi menjelaskan bahwa ACC akan terus memperhatikan dinamika pasar. Perusahaan juga akan tetap mempertimbangkan berbagai opsi pendanaan dengan prinsip kehati-hatian dan memastikan bahwa kebutuhan bisnis tetap terpenuhi.
Beberapa langkah yang diambil oleh ACC antara lain:
- Mempertahankan keseimbangan antara risiko dan keuntungan dalam pengambilan keputusan pendanaan.
- Memantau perkembangan pasar secara berkala untuk menyesuaikan strategi pendanaan.
- Mengoptimalkan penggunaan dana yang tersedia agar dapat mendukung pertumbuhan bisnis.
Hingga saat ini, ACC telah berhasil menerbitkan obligasi senilai Rp 5,5 triliun sepanjang 2025. Langkah ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam memenuhi kebutuhan pendanaan sambil tetap menjaga stabilitas keuangan.
Dengan situasi ekonomi yang terus berkembang, ACC akan terus beradaptasi dan memperkuat posisinya sebagai salah satu perusahaan multifinance yang andal dan profesional. Dengan strategi yang tepat dan pengelolaan dana yang baik, ACC siap menghadapi tantangan di masa depan dan memberikan nilai tambah bagi para pemangku kepentingan.
Komentar
Kirim Komentar