9 Pengcab Cabor Woodball Beradu Kekuatan di KBB: Kualifikasi Tentukan Tiket Porprov 2026

9 Pengcab Cabor Woodball Beradu Kekuatan di KBB: Kualifikasi Tentukan Tiket Porprov 2026

Advertisement

Babak Kualifikasi Woodball Menuju Porprov Jawa Barat 2026

Cabang olahraga Woodball yang diikuti oleh sembilan Pengurus Cabang (Pengcab) dari berbagai daerah resmi memasuki babak kualifikasi menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat 2026. Pelaksanaan babak kualifikasi ini digelar di Pusat Pendidikan Kavaleri (Pusdikav), Kabupaten Bandung Barat, pada Jumat, 24 Oktober 2025.

Kegiatan ini menjadi momen penting bagi para atlet Woodball, terutama kategori U-22, untuk menunjukkan kemampuan terbaik dan mengamankan tiket menuju Porprov 2026. Dalam acara tersebut, sekitar 120 atlet dari sembilan Pengcab turut serta dalam kompetisi.

Ahmad Oli Solihin, Kabid Rencana dan Strategi (Rensra) KONI Jawa Barat, menjelaskan bahwa babak kualifikasi merupakan proses wajib bagi setiap cabang olahraga sebelum tampil di Porprov. Ia menyebutkan bahwa pelaksanaan babak kualifikasi awalnya direncanakan di Kota Bogor, tetapi karena kendala teknis, akhirnya dialihkan ke Pusdikav di Bandung Barat.

Bandung Barat siap menjadi tuan rumah. Alhamdulillah, kegiatan babak kualifikasi tetap berjalan sesuai jadwal dan diharapkan berlangsung lancar sampai akhir, ujar Ahmad saat ditemui di lokasi.

Sembilan Pengcab yang ikut serta dalam babak kualifikasi antara lain berasal dari Bandung Barat, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Cimahi, Subang, dan Cianjur. Menurut Ahmad, babak kualifikasi tidak hanya menentukan kelolosan, tetapi juga menjadi dasar peringkat masing-masing daerah.

Jika peserta hanya sembilan, kemungkinan semuanya bisa lolos. Namun, tetap tergantung kebijakan KONI daerah masing-masing, tambahnya.

Kota Bandung Masih Jadi Barometer

Ahmad juga menyebutkan bahwa Kota Bandung masih menjadi barometer kekuatan Woodball di Jawa Barat. Hal ini disebabkan oleh adanya pelatih nasional, fasilitas latihan lengkap, dan dukungan dana yang baik.

Kota Bandung tetap jadi barometer di cabor Woodball dan seluruh kombinasi membuat pembinaan atlet di Bandung lebih maju, ujarnya.

Meski demikian, ia berharap agar Woodball dapat berkembang menjadi olahraga yang lebih populer dan diminati masyarakat luas. Menurutnya, keberlanjutan pembinaan menjadi kunci agar Jawa Barat terus menjadi barometer prestasi olahraga di Indonesia.

Masih banyak yang belum mengenal Woodball. Dengan adanya event seperti ini, semoga olahraga ini makin dikenal dan bisa menjadi cabang yang memasyarakat seperti sepak bola, dan tentunya Jabar harus tetap menjadi barometer olahraga prestasi di Indonesia, harapnya.

Apresiasi dan Harapan untuk Kedepannya

Di tempat yang sama, Ketua Pengcab Kabupaten Bogor sekaligus Humas Pengprov Woodball Jawa Barat, Ismail HS, menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya babak kualifikasi yang diselenggarakan di Bandung Barat.

Alhamdulillah pembukaannya berjalan lancar. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa berlangsung sukses hingga penutupan tanggal 27 Oktober nanti, ujar Ismail.

Ismail mengungkapkan bahwa kendala finansial masih menjadi tantangan utama di banyak cabang olahraga, termasuk Woodball. Meski begitu, ia tetap optimistis dan berharap kegiatan ini dapat memotivasi semua pihak untuk lebih memperhatikan pembinaan olahraga di tingkat kabupaten dan kota.

Woodball ini sebenarnya potensial dan sudah masuk cabang olahraga di SEA Games. Artinya, peluang untuk berprestasi di tingkat internasional sangat terbuka, ungkapnya.

Ismail menekankan pentingnya dukungan dari berbagai pihak, baik dari KONI kabupaten, provinsi, maupun pemerintah. Sehingga, Cabor Woodball bisa berkembang optimal.

Kalau olahraga besar seperti sepak bola bisa mendapat dukungan besar hanya untuk satu medali, seharusnya cabor seperti Woodball juga mendapatkan perhatian. Kita ingin melahirkan atlet-atlet bertalenta yang bisa berprestasi hingga ke level internasional, tegasnya.

Momentum Kebangkitan Woodball Jawa Barat

Lebih lanjut, kata Ismail, dengan semangat kebersamaan dan dukungan dari berbagai pihak, babak kualifikasi Woodball di Bandung Barat bukan sekadar ajang persaingan, tetapi juga langkah nyata membangun masa depan olahraga Woodball di Jawa Barat.

Melalui kegiatan ini, diharapkan semakin banyak masyarakat mengenal olahraga Woodball yang menggabungkan teknik golf dan bola kayu ini, dan suatu hari nanti, atlet-atlet muda dari Jawa Barat dapat mengharumkan nama daerah hingga ke tingkat internasional, pungkasnya.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar