Luka Emosional yang Membentuk Kim Woo Joo di "Would You Marry Me"
Kim Woo Joo, karakter utama dalam drama Korea "Would You Marry Me", dikenal sebagai pewaris perusahaan Myungsoondang yang hidup dalam kenyamanan. Namun di balik penampilannya yang tenang dan percaya diri, tersembunyi luka emosional yang mendalam dari masa kecilnya.
Peristiwa tragis yang mengubah segalanya terjadi ketika ia masih kecil. Kim Woo Joo menyaksikan langsung kematian orang tuanya dalam kecelakaan mobil. Peristiwa itu menjadi awal dari rasa bersalah yang tak pernah hilang dari hatinya.
Berikut adalah tujuh sebab luka emosional yang membentuk kepribadian Kim Woo Joo:
-
Kecelakaan yang Menyaksikan Kematian Orang Tua
Semua bermula ketika Woo Joo membuat ayahnya menoleh saat menyetir. Kejadian ini berujung pada kecelakaan yang merenggut nyawa kedua orang tuanya.
-
Keyakinan bahwa Ia adalah Penyebab Kematian Orang Tuanya
Dari kejadian tersebut, Woo Joo tumbuh dengan keyakinan bahwa dirinya adalah penyebab kematian orang tuanya. Rasa bersalah ini menjadi sumber mimpi buruk yang selalu muncul setiap malam.
-
Pengusiran oleh Kakek
Kakek Woo Joo tidak bisa menerima kenyataan bahwa cucunya menjadi "penyebab" hilangnya anak laki-lakinya. Akibatnya, Woo Joo diusir ke Amerika Serikat.
-
Tanggal Lahir yang Menjadi Hari Duka
Kecelakaan terjadi tepat di hari ulang tahun Woo Joo. Sejak saat itu, tanggal lahirnya bukan lagi hari bahagia, melainkan hari duka yang penuh kesedihan.
-
Peringatan Kelahiran dan Upacara Kematian
Setiap tahun, Woo Joo harus menjalani dua perasaan yang bertolak belakang: peringatan kelahiran dan upacara kematian sang ayah.
-
Lingkungan Rumah yang Dingin dan Penuh Penyesalan
Meskipun neneknya mencoba melindungi Woo Joo, suasana rumah tetap dingin dan penuh penyesalan. Ia tumbuh di lingkungan yang penuh kemarahan dan kesedihan.
-
Dianggap Pembawa Sial dan Ancaman
Selain dianggap pembawa sial, Woo Joo juga dianggap ancaman terhadap posisi bibinya dalam perusahaan Myungsoondang.
Luka-luka ini telah membentuk Kim Woo Joo menjadi sosok yang tampak tenang, namun rapuh di dalam. Ia belajar untuk tidak berharap pada keluarga, namun hal itu justru membuatnya menjadi orang dewasa yang dingin di luar, tapi hangat di dalam.
Drama ini tidak hanya menampilkan sisi eksternal dari Kim Woo Joo, tetapi juga memperlihatkan bagaimana masa lalunya memengaruhi cara ia berinteraksi dengan dunia sekitarnya. Dengan luka emosional yang mendalam, ia terus berjuang untuk menemukan makna hidupnya sendiri.
Komentar
Kirim Komentar