6.000 Porsi Bakso Gratis di Karnaval HUT ke-24 Tasikmalaya

6.000 Porsi Bakso Gratis di Karnaval HUT ke-24 Tasikmalaya

6.000 Porsi Bakso Gratis di Karnaval HUT ke-24 Tasikmalaya

Perayaan Hari Jadi ke-24 Kota Tasikmalaya yang Penuh Kebahagiaan

Pada peringatan hari jadi ke-24 Kota Tasikmalaya, warga dan pengunjung di lapangan eks Terminal Cilembang merayakan dengan penuh antusiasme. Acara ini tidak hanya menjadi momen untuk merayakan sejarah kota, tetapi juga menjadi ajang untuk menampilkan berbagai budaya dan kuliner khas dari wilayah tersebut.

Advertisement

Salah satu hal yang mencuri perhatian adalah rekor MURI (Museum Rekor Dunia Indonesia) yang berhasil dibuat oleh Pemkot Tasikmalaya. Selain itu, acara ini juga membagikan 6.000 porsi bakso kepada masyarakat yang hadir. Bakso-bakso ini berasal dari para pedagang lokal yang telah lama berdiri di Kota Tasikmalaya. Berbagai jenis bakso disajikan, mulai dari bakso biasa hingga variasi yang unik dan lezat.

Seorang warga bernama Ayu, yang tinggal di Kecamatan Cihideung, mengatakan bahwa ia datang sejak pagi hari bersama keluarganya untuk mengantre mendapatkan makanan gratis. "Saya datang dari jam 06 pagi bareng suami dan anak buat mengantre makan kupat tanjung sama bakso gratis," ujarnya kepada wartawan. Ia berharap tahun ini dapat membawa perubahan positif bagi kota dan memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat.

Ayu juga menyampaikan bahwa perayaan kali ini berbeda dibandingkan tahun lalu. "Tahun ini memang di setiap wilayah ada acara dan cukup berbeda dengan tahun lalu hanya dipusatkan di satu titik," tambahnya saat ditemui usai menyantap bakso gratis.

Festival Kuliner yang Menarik Minat Warga

Penanggungjawab acara, Deddy Mulyana, menjelaskan bahwa festival ini menjadi bagian dari rangkaian HUT ke-24 Kota Tasikmalaya. Acara ini menampilkan berbagai makanan khas kota, termasuk bakso yang disajikan secara gratis. Namun, untuk menghindari kerumunan dan memastikan semua peserta mendapat bagian, panitia akan memberikan kupon kepada para pengunjung.

"Semua gratis tidak dipungut biaya, tapi untuk bakso gratis panitia bakal memberikan kupon, supaya kebagian semua," kata Deddy, yang akrab disapa Otoy. Ia berharap kegiatan ini mampu memperkuat identitas budaya Tasikmalaya sekaligus mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Festival ini terbuka untuk umum dan dirancang khusus untuk masyarakat dalam merayakan perayaan kuliner terbesar di Kota Tasikmalaya. Dengan adanya berbagai aktivitas dan makanan yang disajikan, acara ini menjadi ajang yang sangat dinanti-nanti oleh warga setempat maupun pengunjung dari luar kota.

Antusiasme dan Harapan Masa Depan

Antusiasme warga terlihat dari jumlah peserta yang hadir di acara ini. Banyak orang yang datang untuk merayakan hari jadi kota dengan penuh kebahagiaan. Tidak hanya menikmati makanan, mereka juga bisa menikmati berbagai pertunjukan dan aktivitas lain yang disediakan oleh panitia.

Deddy menekankan bahwa tujuan utama dari acara ini adalah untuk memperkenalkan budaya dan kuliner khas Tasikmalaya kepada masyarakat luas. Dengan demikian, harapan besar dipegang bahwa acara seperti ini dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan minat wisatawan dan pelaku usaha lokal.

Kehadiran berbagai makanan tradisional seperti kupat tanjung dan bakso menjadi simbol keberagaman dan kekayaan budaya yang dimiliki oleh Kota Tasikmalaya. Dengan acara ini, diharapkan masyarakat semakin bangga terhadap identitas daerah mereka dan bisa menjaga serta melestarikan nilai-nilai budaya yang sudah ada.


Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar