MALANG, aiotrade
Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan kolaborasi dengan ribuan koki profesional untuk meningkatkan kualitas dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) di berbagai daerah. Langkah ini merupakan bagian dari evaluasi menyeluruh setelah munculnya kasus dugaan keracunan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di beberapa wilayah.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sanjaya, menjelaskan bahwa pihaknya bekerja sama dengan International Chef Association untuk menerjunkan 5.000 koki profesional ke dapur SPPG di seluruh Indonesia.
Mereka akan menerjunkan 5 ribu chef ke 5.000 SPPG yang usia operasional di bawah 2 bulan. Fungsinya untuk pendampingan selama 1 minggu, ujar Sony di Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (26/10/2025).
Evaluasi dan Peningkatan Standar
Sony menegaskan bahwa langkah tersebut diambil sebagai bagian dari upaya peningkatan standar operasional dapur dan keamanan pangan. BGN juga memastikan menutup sementara sejumlah dapur SPPG yang sedang dievaluasi.
Ya ini dilakukan evaluasi. Untuk kejadian (keracunan) kami langsung menutup sementara operasional SPPG, jelasnya.
Ia menambahkan bahwa evaluasi terhadap standar operasional sebenarnya telah dilakukan setiap hari. Namun, menyikapi insiden yang terjadi, BGN memperketat seluruh proses pengolahan makanan di lapangan.
Menurutnya, pengecekan keamanan makanan dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan adanya kontaminasi bakteri atau zat lain pada bahan makanan. Selain itu, proses sterilisasi peralatan makan seperti food tray atau ompreng juga ditingkatkan.
Setelah dicuci harus disterilisasi. Biasanya yang digunakan adalah oven pemanas, jelasnya.
Air Bersih Jadi SOP yang Tak Bisa Ditawar
Sony menegaskan bahwa BGN berkomitmen melakukan perbaikan berkelanjutan dalam penyediaan makanan bergizi untuk masyarakat. Kami meningkatkan terus. Day by day ditingkatkan, katanya.
Ia juga menekankan kembali satu Standar Operasional Prosedur (SOP) penting yang wajib dipatuhi, yakni penggunaan air bersih untuk memasak. Itu sudah SOP dan perintah tidak bisa ditawar, bahwa untuk menanak nasi, merebus, memasak harus menggunakan air dalam kemasan galon yang telah terjamin higienitasnya, tegasnya.
Langkah-Langkah yang Dilakukan BGN
Berikut beberapa langkah yang diambil oleh BGN dalam rangka meningkatkan kualitas dapur SPPG:
- Pengadaan koki profesional: BGN menggandeng 5.000 koki profesional dari International Chef Association untuk memberikan bimbingan selama 1 minggu di 5.000 SPPG yang baru beroperasi.
- Evaluasi berkala: Setiap hari, BGN melakukan evaluasi terhadap standar operasional dapur SPPG.
- Pemeriksaan keamanan makanan: Proses pemeriksaan dilakukan untuk mendeteksi kemungkinan kontaminasi bakteri atau zat asing dalam bahan makanan.
- Sterilisasi peralatan: Setelah dicuci, peralatan makan seperti food tray dan ompreng harus disterilisasi menggunakan oven pemanas.
- Standar penggunaan air: Penggunaan air bersih dalam kemasan galon menjadi salah satu SOP yang wajib diikuti.
Tantangan dan Harapan
Meskipun langkah-langkah ini dianggap sebagai upaya positif, BGN tetap menghadapi tantangan dalam menjaga konsistensi kualitas makanan di berbagai daerah. Dengan jumlah SPPG yang sangat banyak, diperlukan koordinasi yang baik antara pusat dan daerah.
Selain itu, BGN juga harus memastikan bahwa semua petugas di lapangan memahami dan melaksanakan SOP dengan benar. Dengan begitu, program MBG dapat terus berjalan tanpa mengorbankan kesehatan masyarakat.
Kesimpulan
Dengan menggandeng koki profesional dan memperketat standar operasional, BGN berupaya memastikan bahwa program Makan Bergizi Gratis dapat berjalan secara aman dan efektif. Meski ada tantangan, langkah-langkah yang diambil menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga kesehatan masyarakat melalui pangan yang bergizi dan aman.
Komentar
Kirim Komentar