40 Tokoh Diajukan Jadi Pahlawan Nasional: Soeharto, Gus Dur, dan Marsinah

40 Tokoh Diajukan Jadi Pahlawan Nasional: Soeharto, Gus Dur, dan Marsinah

40 Tokoh Diajukan Jadi Pahlawan Nasional: Soeharto, Gus Dur, dan Marsinah

Daftar 40 Tokoh yang Diusulkan Mendapat Gelar Pahlawan Nasional

Kementerian Sosial (Kemensos) telah mengajukan sebanyak 40 nama tokoh yang diusulkan untuk mendapatkan gelar Pahlawan Nasional. Nama-nama tersebut akan dipertimbangkan oleh Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan (GTK) Republik Indonesia. Proses ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pengakuan terhadap perjuangan dan kontribusi tokoh-tokoh yang telah berjasa dalam berbagai bidang.

Advertisement

Kriteria Pemenuhan Syarat

Ketua Dewan GTK RI, Fadli Zon menyatakan bahwa semua tokoh yang diajukan telah memenuhi kriteria yang ditentukan. Hal ini dilakukan setelah melalui proses panjang dan evaluasi yang cermat. Meskipun begitu, Fadli menegaskan bahwa Dewan GTK masih akan melakukan pembahasan lanjutan sebelum menyerahkan daftar akhir kepada Presiden Prabowo Subianto untuk diputuskan.

Fadli juga menjelaskan bahwa usulan pemberian gelar pahlawan nasional ini tidak hanya sekadar formalitas, tetapi juga didasarkan pada pertimbangan objektif dan komprehensif. Ia menekankan bahwa keputusan akhir akan diambil setelah melalui proses yang transparan dan sesuai dengan aturan yang berlaku.

Waktu Pengumuman

Pengumuman resmi mengenai penerima gelar pahlawan nasional dijadwalkan bertepatan dengan Hari Pahlawan yang dirayakan setiap 10 November. Hal ini dimaksudkan agar penghargaan diberikan dalam momen yang memiliki makna historis dan simbolis bagi bangsa Indonesia.

Proses Penentuan Calon Pahlawan Nasional

Proses penentuan calon pahlawan nasional melibatkan beberapa tahapan. Pertama, usulan nama-nama tokoh berasal dari masyarakat di berbagai daerah, baik tingkat kabupaten/kota maupun provinsi. Setelah itu, nama-nama tersebut diproses lebih lanjut oleh Kementerian Sosial sebelum diajukan ke Dewan GTK.

Dalam prosesnya, Dewan GTK akan melakukan diskusi dengan berbagai pihak, termasuk akademisi dan masyarakat umum. Selain itu, ada seminar-seminar yang diselenggarakan untuk memperkuat dasar pemilihan tokoh-tokoh tersebut. Setelah itu, tim peneliti dari Kementerian Sosial akan menyeleksi dan mengirimkan rekomendasi kepada Dewan GTK.

Usulan Nama-Nama Tokoh

Usulan nama-nama tokoh yang diajukan mencakup berbagai latar belakang dan peran. Beberapa di antaranya adalah mantan presiden, aktivis, dan tokoh masyarakat yang telah berkontribusi signifikan dalam sejarah Indonesia. Berikut adalah daftar lengkap 40 tokoh yang diusulkan:

  • KH. Muhammad Yusuf Hasyim
  • Demmatande
  • Abbas Abdul Jamil
  • Marsinah
  • Hajjah Rahmah El Yunusiyyah
  • Abdoel Moethalib Sangadji
  • Jenderal TNI (Purn) Ali Sadikin
  • Letnan Kolonel (Anumerta) Charles Choesj Taulu
  • Gele Harun
  • Letkol Moch. Sroedji
  • Dr. Aloei Saboe
  • Letjen TNI (Purn) Bambang Sugeng
  • Mahmud Marzuki
  • Letkol TNI (Purn) Teuku Abdul Hamid Azwar
  • Franciscus Xaverius Seda
  • Andi Makkasau Parenrengi Lawawo
  • Tuan Rondahaim Saragih
  • Marsekal TNI (Purn) R. Suryadi Suryadarma
  • Wasyid
  • Mayjen TNI (Purn) dr. Roebiono Kertopati
  • Syaikhona Muhammad Kholil
  • Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
  • Soeharto
  • Bisri Syansuri
  • Sultan Muhammad Salahuddin
  • Jenderal TNI (Purn) M. Jusuf
  • B. Jassin
  • Dr. Mochtar Kusumaatmadja
  • Ali Sastroamidjojo
  • Kariadi
  • M. Bambang Soeprapto Dipokoesoemo
  • Basoeki Probowinoto
  • Raden Soeprapto
  • Mochamad Moeffreni Moemin
  • Sholeh Iskandar
  • Syekh Sulaiman Ar-Rasuli
  • Zainal Abidin Syah
  • Dr. Gerrit Augustinus Siwabessy
  • Chatib Sulaiman
  • Sayyid Idrus bin Salim Al-Jufri

Tanggapan dari Menteri Sosial

Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan bahwa usulan nama-nama ini telah dibahas selama beberapa tahun terakhir. Ada beberapa tokoh yang telah memenuhi syarat sejak lima atau enam tahun lalu, sementara yang lain baru diputuskan tahun ini. Termasuk di dalamnya adalah dua mantan presiden, Soeharto dan Abdurrahman Wahid (Gus Dur), serta aktivis buruh Marsinah.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar