34 Orang Tewas dalam 6 Bulan di Yahukimo Akibat KKB Papua

34 Orang Tewas dalam 6 Bulan di Yahukimo Akibat KKB Papua

34 Orang Tewas dalam 6 Bulan di Yahukimo Akibat KKB Papua

Situasi Keamanan di Kabupaten Yahukimo Papua Pegunungan

Dalam kurun waktu enam bulan terakhir, sebanyak 34 orang meninggal dunia akibat kejadian yang dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di wilayah Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan. Data ini merupakan hasil analisa dan evaluasi (Anev) terhadap situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayah tersebut.

Advertisement

Kegiatan Anev digelar Polda Papua pada Kamis (23/10/2025) di Aula Cenderawasih Polda Papua. Acara ini dipimpin langsung oleh Wakapolda Papua, Brigjen Polisi Faizal Ramadhani dan Kapolres Yahukimo AKBP Zet Saalino. Hasil evaluasi menunjukkan adanya 17 kejadian menonjol yang terjadi di wilayah hukum Polres Yahukimo dalam kurun waktu enam bulan terakhir.

Menurut Kepala Bidang Humas Polda Papua, Kombes Polisi Cahyo Sukarnito, insiden-insiden tersebut mengakibatkan 34 korban meninggal dunia. Dari jumlah tersebut, 2 korban adalah aparat keamanan dan 32 lainnya adalah warga sipil. Selain itu, puluhan korban terluka akibat gangguan keamanan yang terjadi di wilayah Yahukimo.

Cahyo menyampaikan bahwa sekitar 95 persen dari seluruh kejadian tersebut diduga kuat dilakukan oleh KKB beserta simpatisannya. Dalam hal pengungkapan dan penegakan hukum, sebanyak 10 orang tersangka telah diproses oleh kepolisian.

Polda Papua mengambil langkah konstruktif dengan melaksanakan Anev sebagai bentuk tanggung jawab dan respon terhadap situasi keamanan di Yahukimo. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menentukan langkah-langkah konkret serta menindaklanjuti setiap gangguan keamanan yang terjadi di wilayah tersebut.

Kondisi Geografis Kabupaten Yahukimo

Kabupaten Yahukimo memiliki kondisi geografis yang kompleks. Wilayah ini memiliki luas mencapai 17.152 kilometer persegi, terdiri atas 51 distrik, 517 desa, dan 1 kampung dengan jumlah penduduk sekitar 455.000 jiwa.

Dari seluruh wilayah tersebut, hanya dua distrik, yaitu Dekai dan Kurima, yang dapat dijangkau melalui transportasi darat. Sementara itu, selebihnya hanya bisa ditempuh melalui jalur udara. Wilayah ini hanya dilayani oleh satu Polres dan dua Polsek.

Tujuan dari Evaluasi Anev

Cahyo juga menegaskan bahwa pelaksanaan Anev ini diharapkan mampu memberikan gambaran menyeluruh mengenai anatomi kejahatan (anatomy of crime) serta modus operandi dari gangguan kamtibmas di Yahukimo.

Dengan hasil evaluasi ini, diharapkan Polres Yahukimo dan Polda Papua dapat menentukan cara bertindak yang konperensif dalam menegakkan hukum serta memberikan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat.

Langkah-Langkah yang Diambil

Beberapa langkah strategis telah diambil oleh Polda Papua untuk memperkuat keamanan di wilayah Yahukimo. Salah satunya adalah peningkatan koordinasi antarinstansi dan penguatan kerja sama dengan masyarakat setempat. Selain itu, upaya pencegahan dan penanggulangan gangguan keamanan juga menjadi fokus utama.

Adapun langkah-langkah yang akan diambil meliputi: * Peningkatan patroli rutin dan pengawasan di daerah rawan * Penguatan komunikasi dengan masyarakat melalui dialog dan sosialisasi * Penyediaan sarana dan prasarana operasional yang memadai bagi personel kepolisian * Peningkatan kapasitas sumber daya manusia dalam penanganan kejahatan

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan situasi keamanan di Kabupaten Yahukimo dapat segera pulih dan masyarakat dapat hidup dalam kondisi aman dan nyaman.

Berita Terkait

Komentar

Kirim Komentar